Apa itu Dexamethasone? Fungsinya apa sih?

Dexamethasone merupakan obat golongan steroid, lebih khususunya glukokortikosteroid yang dapat mengurangi respons pertahanan alami tubuh dan dapat mengurangi gejala seperti reaksi pembengkakan dan alergi. Dexamethasone berfungsi untuk :

  1. Antiinflamasi. Dexamethasone mengurangi peradangan di berbagai bagian tubuh. Ini digunakan secara khusus untuk mengurangi pembengkakan terkait dengan tumor tulang belakang dan otak, dan untuk mengobati radang mata.

  2. Mengobati atau mencegah reaksi alergi.

  3. Mengobati beberapa jenis penyakit autoimun, kondisi kulit, asma dan kondisi

  4. Mengobati berbagai kanker, seperti leukemia, limfoma, dan multiple myeloma.

  5. Mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan beberapa obat kemoterapi.

  6. Dapat merangsang nafsu makan pada pasien kanker dengan masalah nafsu makan yang parah.

  7. Dapat digunakan untuk menggantikan steroid dalam kondisi kekurangan adrenal (produksi rendah steroid yang dibutuhkan diproduksi oleh kelenjar adrenal).

  8. Pada beberapa kasus dipakai sebagai anti-emetik pada pasien kanker pasca kemoterapi

Mekanisme kerjanya seperti apa?

Hormon kortikosteroid juga terlibat dalam mengendalikan respons peradangan dalam tubuh. Dexamethasone mengurangi peradangan dengan menghentikan sel dari melepaskan bahan kimia yang biasanya membantu menghasilkan respon imun dan alergi. Dalam mengurangi peradangan, Dexamethasone bekerja dengan mencegah sel darah putih (leukosit polimorfonuklear) untuk bepergian ke daerah pembengkakan di tubuh sehingga membuat pasien lebih rentan terhadap infeksi.

Cara lain obat ini bekerja adalah dengan mengubah respons sistem kekebalan tubuh yang normal dan menyebabkan kematian sel-sel tertentu. Jika kadar hormon steroid alami tubuh terlalu rendah karena kelenjar adrenalin tidak memproduksi hormon yang cukup, Deksametason dapat digunakan khusus untuk mengobati kelainan kelenjar adrenal yang disebut hiperplasia adrenal kongenital.

Efek samping apa yang dapat ditimbulkan oleh dexametason?

Walaupun terlihat memiliki banyak manfaat, faktanya dexametason memiliki efek samping yang beragam dan kompleks. Efek samping tersebut antara lain:

  • Sakit perut

  • Iritasi lambung

  • Mual dan muntah

  • Pusing dan sakit kepala

  • Menstruasi tidak teratur

  • Insomnia

  • Gelisah

  • Jerawat

  • Sakit perut

Dan apabila terdapat efek samping berikut, segera beritahu dokter

  • Ruam kulit

  • Wajah bengkak

  • Masalah penglihatan

  • Pilek atau infeksi yang berlangsung lama

  • Otot lemah

  • Impoten

Hasil penelitian sejauh ini terkait dexametason dalam penanganan COVID-19 seperti apa sih?

Pada tanggal 16 Juni 2020 hasil pengujian manfaat terapi dexamethasone pada pasien COVID-19 dipublikasikan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh RECOVERY (Randomised Evaluation of COVid-19 thERapY) Oxford University tersebut menunjukkan adanya manfaat terapi dexamethasone dosis kecil untuk mengurangi tingkat kematian pada pasien COVID-19.

Pada penelitian tersebut, sebanyak 2140 pasien acak diberikan terapi menggunakan dexamethasone selama 10 hari dengan dosis 6 mg per hari secara oral atau injeksi intravena dan dibandingkan dengan 4321 pasien acak yang hanya mendapat terapi biasa dan tidak diberi terapi dexamethasone. Pada hari ke-28, diperoleh tingkat kematian pada pasien yang hanya mendapat terapi biasa yaitu :

  1. Pasien yang membutuhkan ventilator (41%)

  2. Pasien yang membutuhkan bantuan oksigen (25%)

  3. Pasien yang tidak membutuhkan bantuan pernafasan apapun (13%)

Pada penelitian ini ditemukan, terapi dengan Dexamethasone dapat menurunkan 1⁄3 tingkat kematian pasien yang membutuhkan ventilator dan 1⁄5 tingkat kematian pada pasien yang membutuhkan bantuan oksigen. Pada pasien yang tidak membutuhkan bantuan pernafasan apapun, manfaat terapi dexamethasone tidak ditemukan.

Hasil ini menunjukkan, Terapi dengan Dexamethasone dapat menyelamatkan 1 kematian dari 8 pasien yang membutuhkan bantuan ventilator atau 1 kematian dari 25 pasien yang membutuhkan bantuan oksigen.

Lantas, bagaimana pemakaian dexametason yang tepat untuk pasien COVID-19?

Seperti menurut World Health Organization (WHO), Dexamethasone merupakan obat yang efektif dan bermanfaat pada kasus berat Covid-19 atau dalam kondisi kritis. Pada pasien yang menggunakan ventilator, dapat tingkat mortilitas berkurang sepertiganya dan pada pasien yang membutuhkan bantuan oksigen, mortilitas berkurang seperlimanya. Pada kasus berat Covid-19, Dexamethasone terbukti dapat mengurangi risiko kematian hingga 20-30%. Namun obat ini juga memiliki efek samping sehingga harus digunakan sesuai petunjuk dokter. Misalnya pada penggunaan jangka panjang menyebabkan terjadinya moon face, peningkatan kadar gula darah, peningkatan tekanan darah, tulang keropos, dan daya tahan tubuh menurun.

Pada penggunaannya, Dexamethasone yang digunakan jangka panjang tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba tetapi dengan menurunkan dosis secara bertahap oleh dokter. Pemakaian obat ini hanya diperbolehkan dalam pengawasan ahli dan dokter serta dilakukan pada tempat yang memiliki sarana dan fasilitas yang memadai untuk menangani efek samping yang dapat terjadi.

Sumber: