Karbon Aktif Edisi #Hari SusuSedunia: Bisakah Mengonsumsi Susu Bersamaan dengan Obat?

Susu dan Kandungannya

Menurut Food Agricultural Organization, susu mengandung banyak komponen yang mendukung pertumbuhan dan aktivitas tubuh seperti laktosa, protein, lemak, hingga komponen esensial seperti vitamin (B6, B12, C, D, dan lainnya) dan mineral (Kalsium, Besi, Potasium,dan lainnya).

Obat Apa Saja yang dapat Berinteraksi dengan Susu? Apa Dampaknya Bagi Tubuh?

Secara umum, susu bisa berinteraksi dengan berbagai jenis obat karena kandungan mineralnya yang beragam. Namun, beberapa jenis obat yang sudah terbukti berinteraksi dengan susu dan berpengaruh pada kerja obat tersebut adalah antibiotik dan obat anti-tumor.

Beberapa jenis antibiotik seperti tetrasiklin, azitromisin, eritromisin, dan siprofloksasin membentuk kompleks tidak larut air dengan logam valensi dua yang terkandung dalam susu seperti magnesium dan kalsium. Adanya kompleks ini mengakibatkan absorpsi obat dalam tubuh terganggu sehingga antibiotik tidak efektif membunuh mikroba dalam tubuh. Sedangkan pada obat anti tumor Merkaptopurin ditemukan adanya aktivitas inhibisi oleh xanthin oxidase, enzim yang banyak ditemukan pada susu sapi.

Bagaimana Jika Ingin Minum Susu Namun dalam Kondisi Pengobatan?

Susu pada umumnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan. Namun, pada beberapa jenis obat yang bersifat iritan terhadap sistem pencernaan seperti golongan NSAID, susu bisa diminum bersamaan dengan obat untuk mengurangi efek iritan yang ditimbulkan. Di luar dari obat tersebut, mengonsumsi obat dengan susu tidak dianjurkan. Bila ingin mengonsumsi susu selama pengobatan sedang berlangsung maka diizinkan meminum susu minimal 2 jam sesudah atau sebelum meminum obat.

Apakah Himbauan Ini Berlaku untuk Dairy Products (Contoh: Yoghurt)? Jika Tidak Boleh, Minuman Apa yang Dapat Dikonsumsi Bersamaan dengan Obat?

Ya, berlaku. Minuman yang dikonsumsi bersama obat yang paling dianjurkan adalah air. Airtidak hanya membantu mendorong obat ke dalam sistem pencernaan namun juga memiliki sifat yang cenderung tidak berinteraksi dengan obat. Selain itu, air juga membantu proses absorpsi obat di dalam tubuh dan juga ekskresi obat dari tubuh. Beberapa jenis antibiotik seperti Sulfonamida memiliki efek samping pada ginjal sehingga harus dibantu dengan konsumsi air yang banyak. Kemampuan ini umumnya tidak dimiliki oleh minuman lainnya seperti susu.

Kesimpulan

Kecuali pada beberapa jenis obat iritan terhadap sistem pencernaan, mengonsumsi susu dengan obat di waktu yang bersamaan secara umum tidak disarankan. Konsumsi dengan air putih jauh lebih disarankan. Bila ingin mengonsumsi susu selama masa pengobatan maka susu dapat dikonsumsi minimal dua jam sebelum atau sesudah mengonsumsi obat.

Sumber:

  • Bushra R, Aslam N, Khan AY. Food-drug interactions. Oman Med J. 2011;26(2):77‐83

  • Food and Agriculture Organization of The United Nations. Milk and dairy products in human nutrition. 2013.

  • De Lemos, M. L., Hamata, L., Jennings, S., & Leduc, T. (2007). Interaction between mercaptopurine and milk. Journal of Oncology Pharmacy Practice, 13(4), 237–

  • The Pharmaceutical Journal, Vol 293, No 7819, online | DOI: 10.1211/PJ.2014.20065802