Karbon Aktif Edisi World Hepatitis Day: Hepatitis dan Kaitannya dengan COVID-19

Hepatitis merupakan kondisi hati (liver) yang mengalami peradangan, dengan begitu, fungsi dari hati dapat terganggu. Hepatitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, atau suatu kondisi tertentu seperti konsumsi alkohol yang berlebihan, racun, pengobatan tertentu, dan kondisi kesehatan tertentu. Terdapat beberapa jenis hepatitis yakni hepatitis A, B, C, D, hingga E. Namun, jenis hepatitis paling umum adalah hepatitis B dan C.

Hepatitis C merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C. Hepatitis C terbagi ke dalam dua kondisi yaitu Hepatitis C akut dan kronis. Hepatitis C akut merupakan kondisi hepatitis yang terjadi selama 6 bulan setelah paparan pertama dari virus Hepatitis C, sedangkan Hepatitis C kronis merupakan kondisi hepatitis jika pasien tidak melakukan pengobatan. Kondisi Hepatitis C kronis ini dapat terjadi seumur hidup dan bisa menyebabkan permasalahan kesehatan yang serius seperti kerusakan hati, sirosis, kanker hati, bahkan kematian. Sedangkan Hepatitis B merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV). Sebagaimana Hepatitis C, infeksi HBV juga dapat terjadi secara akut dan kronis.

Adapun Hepatitis B dan C dapat menular melalui spesimen biologis seperti transfusi darah, cairan semen, atau cairan tubuh lain seperti saliva, darah menstruasi, dan cairan vagina dari seseorang yang telah terinfeksi. Sementara penyebaran spesimen biologis tsb dapat terjadi melalui berbagai aktivitas seperti hubungan seksual, penggunaan jarum suntik, syringe, atau alat kesehatan bersama, berhubungan kontak dengan cairan tubuh pasien hepatitis secara langsung, penggunaan bersama alat-alat yang dapat merusak kulit atau membran mukosa pasien seperti sikat gigi dan pisau cukur, menerima transplantasi organ dan transfusi darah dari pasien hepatitis, hingga penularan dari ibu hamil terhadap bayi yang ada dalam kandungannya.

Di sisi lain, kondisi pandemik COVID-19 seperti sekarang ini memberi kekhawatiran bagi semua kalangan, tidak terkecuali bagi kalangan dengan gangguan kesehatan tertentu seperti pasien hepatitis. Kekhawatiran juga muncul karena kedua penyakit ini memiliki kesamaan yakni sama-sama disebabkan oleh virus. Peneliti kemudian mencoba mencari adanya keterkaitan antara kedua penyakit ini, terkhususnya kaitan akan risiko terjangkitnya COVID-19 pada pasien hepatitis. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Centers for Disease Control and Prevention, beberapa pasien COVID-19 dengan gejala parah mengalami peningkatan sekret enzim hati ALT (alanin aminotransferase) dan AST (aspartat aminotransferase) yang mengindikasikan bahwa terdapat gangguan/penurunan fungsi hati. Namun belum diketahui secara pasti apakah kondisinya ini benar-benar disebabkan oleh COVID-19. Selain itu, perhatian akan risiko penyakit juga penting karena adanya perhatian pada lansia dan orang yang memiliki kondisi medis serius, termasuk orang dengan penyakit hati berisiko lebih tinggi untuk mengalami gejala COVID-19 yang parah apabila terpapar, terutama jika kondisi medis tidak dikontrol dengan baik. Namun, bukti yang menunjukkan orang dengan hepatitis B atau hepatitis C berisiko lebih tinggi untuk terpapar COVID-19 atau memiliki gejala COVID-19 yang parah masih belum spesifik ditemukan dan perlu diteliti lebih mendalam.

Untuk meminimalisir probabilitas pasien hepatitis terinfeksi COVID-19, maka perlu dilakukan tindakan tertentu. Adapun tindakan preventif yang dapat dilakukan oleh pasien hepatitis, khususnya Hepatitis B dan C adalah sebagai berikut:

  1. Menerapkan protokol kesehatan menghadapi COVID-19 yang sama dengan masyarakat umum

  2. Berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan jika ragu terhadap risiko yang dimiliki, terutama jika di lingkungan pasien hepatitis terdapat masyarakat yang baru pulang dari area terjangkit COVID-19

  3. Pasien dengan penyakit liver yang serius direkomendasikan untuk menerima vaksin influenza dan vaksin untuk penyakit pneumococcal

  4. Berhenti merokok karena merokok dapat meningkatkan risiko komplikasi akibat COVID-19

Sumber:

  • https://www.cdc.gov/hepatitis/hcv/cfaq.htm#A2

  • https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/bfaq.htm#overview

  • https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/hbvfaq.htm#treatment

  • https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/liver-disease.html

  • https://www.hepatitisaustralia.com/Handlers/Download.ashx?IDMF=e9924223-888a-47a3-8295-5add820aa204